Postingan

Pemkot Parepare Terus Maksimalkan Ketersediaan Alat di RSUD

PAREPARE, BB — Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan Kota Industri Tanpa Cerobon Asap, khususnya pada bidang kesehatan, yakni dengan memaksimalkan ketersediaan alat-alat kedokteran yang canggih.

Salah satunya dengan kehadiran sejumlah fasilitas canggih dunia kesehatan di fasilitas kesehatan khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau.

Saat ini, rumah sakit rujukan di wilayah utara Sulsel memiliki puluhan alat cuci darah atau Hemodialisa.

“Saat ini kita di RSUD Andi Makkasau memiliki sebanyak 28 alat cuci darah atau hemodialisa,” ujar dr Renny Anggraeni Sari, Dirut RSUD Andi Makkasau, Parepare.

Hemodialisasi sendiri adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Reny menjelaskan, puluhan alat cuci darah ini ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di RSUD Andi Makkasau.

“Khusus pasien Hemodialisa, kita memiliki lima dokter spesialis yang menanganinya,” terangnya. Sabtu (02/03/2019).

Kelima dokter yang telah dibekali pengetahuan khusus di bidang cuci darah ini telah mendapat pelatihan intensif di negera Jepang.

Hal itu lanjut Renny, RSUD Andi Makkasau telah bekerjasama dengan Kaikoukai Medical Foundation dalam peningkatan SDM tenaga medik.

Hal ini merupakan buah kerja nyata Pemkot Parepare di bawah nahkoda HM Taufan Pawe yang kini berpasangan dengan H Pangerang Rahim sebagai wakilnya dengan visi dan misi mewujudkan Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap.

Selain bidang kesehatan, visi dan misi ini ditunjang pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kepariwisataan. (Udin)

Read More

DAERAH Kerjasama Dengan BKKM Makassar, Operasi Katarak di RSUD Parepare Berjalan Sukses

ditulis oleh Redaksi 24 April 2019

PAREPARE, BB – Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKKM) Makassar, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare dan Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau melaksanakan operasi mata katarak secara gratis, di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau, selasa (23/4/2019)

Dokter mata BKMM dr. Soraya Arifin mengatakan kegiatan ini adalah rangkaian baksos safari katarak yang merupakan salah satu program dari BKMM Makassar.

“Kita khusus datang ke daerah-daerah untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari pusat kota yang tidak terjangkau oleh sarana dan prasarana transportasi,” terang Soraya.

Lanjutnya, sesuai hasil pemeriksaan, terdapat pasien yang betul-betul katarak sebanyak 42 orang yang akan dilakukan operasi.

“Peserta yang telah mendaftar akan diperiksa kembali atau skrining untuk memastikan calon pasien tersebut dapat dilakukan operasi katarak,“ ujarnya.

Sementara, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Andi Makkasau, Fitriani mengatakan, operasi katarak gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat Parepare, berjalan sukses. Hal itu tidak lepas dari sejumlah penyediaan fasilitas pendukung yang disiapkan rumah sakit milik Pemkot Parepare, seperti ruang operasi, rawat inap, dokter ahli, dan peralatan medis.

“Rencananya operasi katarak kita lakukan selama dua hari, dan alhamdulillah hari pertama berjalan lancar dan sukses,” ujarnya

Read More

Ditunjang Peralatan Medis Canggih, Operasi Katarak di RSUD Parepare Berjalan Sukses

Parepare, Sulawesi Selatan
Balai Kesehatan Mata Masyarakat Makassar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare dan Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau melaksanakan operasi mata katarak secara gratis, di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau, selasa (23/4/2019).
Dokter mata BKMM dr. Soraya Arifin mengatakan kegiatan ini adalah rangkaian baksos safari katarak yang merupakan salah satu program dari BKMM Makassar.

“Kita khusus datang ke daerah-daerah untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari pusat kota yang tidak terjangkau
oleh sarana dan prasarana transportasi,”terang Soraya.

Lanjutnya, sesuai hasil pemeriksaan, terdapat pasien yang betul-betul katarak sebanyak 42 orang yang akan dilakukan operasi.

“Peserta yang telah mendaftar akan diperiksa kembali atau skrining untuk memastikan calon pasien tersebut dapat dilakukan operasi katarak, “ujarnya.

Sementara, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Andi Makkasau, Fitriani mengatakan, operasi katarak gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat Parepare, berjalan sukses. Hal itu tidak lepas dari sejumlah penyediaan fasilitas pendukung yang disiapkan rumah sakit milik Pemkot Parepare, seperti ruang operasi, rawat inap, dokter ahli, dan peralatan medis.

“Rencananya operasi katarak kita lakukan selama dua hari, dan alhamdulillah hari pertama berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
(Fajar Udin)

Read More

Rumah Sakit Rujukan Tercanggih Proses Cuci Darah

[vc_row][vc_column][vc_column_text]
RS Makkasau Adalah Rumah Sakit Rujukan Tercanggih Proses Cuci Darah
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]PAREPARE, Penarakyat.com — Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan Kota Industri Tanpa Cerobon Asap, khususnya pada bidang kesehatan, yakni dengan memaksimalkan ketersediaan alat-alat kedokteran yang canggih. Salah satunya dengan kehadiran sejumlah fasilitas canggih dunia kesehatan di fasilitas kesehatan khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau. Saat ini, rumah sakit rujukan di wilayah utara Sulsel memiliki puluhan alat cuci darah atau Hemodialisa. “Saat ini kita di RSUD Andi Makkasau memiliki sebanyak 28 alat cuci darah atau hemodialisa,” ujar dr Renny Anggraeni Sari, Dirut RSUD Andi Makkasau, Parepare. Hemodialisasi sendiri adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Reny menjelaskan, puluhan alat cuci darah ini ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di RSUD Andi Makkasau. “Khusus pasien Hemodialisa, kita memiliki lima dokter spesialis yang menanganinya,” terangnya. Sabtu (02/03/2019). Kelima dokter yang telah dibekali pengetahuan khusus di bidang cuci darah ini telah mendapat pelatihan intensif di negera Jepang. Hal itu lanjut Renny, RSUD Andi Makkasau telah bekerjasama dengan Kaikoukai Medical Foundation dalam peningkatan SDM tenaga medik. Hal ini merupakan buah kerja nyata Pemkot Parepare di bawah nahkoda HM Taufan Pawe yang kini berpasangan dengan H Pangerang Rahim sebagai wakilnya dengan visi dan misi mewujudkan Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap. Selain bidang kesehatan, visi dan misi ini ditunjang pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kepariwisataan. (Andi Udin)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
Read More

Penting Diketahui, Ini Alasan Pihak Rumah Sakit Larang Anak Dibawah Umur Masuk Area Rawat Inap ditulis oleh Redaksi 26 Maret 2019

PAREPARE, BB — Hampir setiap waktu, kita melihat seorang pengunjung beradu mulut dengan security yang bertugas di gerbang masuk area rumah sakit. Tak ayal banyak di antara mereka naik pitam lantaran anaknya yang masih di bawah umur 12 tahun dilarang masuk ke area rawat inap.

Penting untuk diketahui, apa maksud dan tujuan pihak managemen rumah sakit mengeluarkan kebijakan itu, disertai dengan fasilitas bermain bagi anak sehingga anak bisa betah menunggu di luar. Seperti diuraikan Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraeny Sari, Ia menjelaskan beberapa pertimbangan ilmiah sehingga anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk ke area rawat inap Rumah Sakit (RS). “Anak usia dibawah 12 tahun memiliki sistem imunitas yang belum sempurna sehingga bersiko terkena infeksi Nosokomial yang dapat ditularkan oleh Pasien,” jelas Renny, Senin, (25/3/2019)

Renny memaparkan RS sebagai tempat berkumpulnya orang sakit memungkinkan banyak penyakit berbahaya yang mudah ditularkan dari orang sakit ke orang lain disekitarnya, termasuk anak-anak. “Kuantitas dan kualitas serta ketahanan terhadap antibiotik dari bakteri dan kuman penyakit di rumah sakit menyebabkan bakteri di RS jauh lebih ganas dibandingkan bakteri yang sama di tempat umum lainnya,” terangnya.

Renny menyarankan agar anak-anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak diikutsertakan ke RS sebagai tempat ribuan jenis bakteri berkeliaran.

“Kalau kita sayang anak, kita harus lindungi mereka, kalaupun harus ikut, kami dari RSUD Andi Makkasau telah menyiapkan wahana bermain anak di luar area rawat inap,” tutupnya. (Udin/Rs)

Editor : Muh. Asdar

Read More

RSUD Parepare Kini Punya 28 Alat Cuci Darah

PAREPARE, INIKATA.com – Pemerintah Kota Parepare terus melakukan sejumlah upaya menggenjot agar daerahnya menjadi pusat pemeriksaan kesehatan. Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah fasilitas canggih dunia kesehatan difasilitas kesehatan khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Andi Makkasau.

Salah satu alat canggih yang saat ini dimiliki rumah sakit rujukan di wilayah utara Sulsel ini yakni alat cuci darah atau hemodialisa yang jumlahnya ada puluhan.

“Saat ini kita di RSUD Andi Makkasau memiliki sebanyak 28 alat cuci darah atau hemodialisa,” terang Dirut RSUD Andi Makkasau, Reny Anggraeny Sari.

Hemodialisasi sendiri adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Reny menjelaskan, puluhan alat cuci darah ini ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di RSUD Andi Makkasau.

“Khusus pasien hemodialisa, kita memiliki lima dokter yang menanganinya,” jelasnya.

Kelima dokter yang menangani pasien hemodialisa ini, kata Reny, yakni dr Ayu Purnama Sari, dr Kahar, dr Novita, dr Nurdin dan dr Nuraina.

Saat ini pun, tambah Reny, RSUD Andi Makkasau bekerjasama dengan Kaikoukai Medical Foundation dalam peningkatan SDM tenaga medik. (Kalma)

Sumber : http://sulsel.inikata.com/

Read More